Hawa itu datang, menjemput hati yang masam
Semua orang berlari dari jangkauan terkam
Berlindung diri dari bualan kelam
Namun lihat! Gadis kecil itu tetap berlari
Berlari, hanya ia yang mengerti
Berjalan melewati rangkaian duri
Ia tak gentar, ataupun ingat mati
Sang Ibu sudah berseru dari seberang
Tak dihiraukannya seruan perang
Bahkan hawa itu pun siap dihadang
Jika menyentuh gadis kecilnya yang 'kan bertandang
Sang Hawa pun menjadi gusar
Disembunyikannya luka dan memar
Yang dulu telah ia cemar
Saat ia masih bertubuh kekar
Di barisan terdepan, sosok Ibu dan gadis kecilnya telah
menyambut
Di tengah kerumunan debu yang menghasut
Mereka tegar, bahkan berani menyibak kabut
Kabut yang telah sekian lama membalut
No comments:
Post a Comment