Monday, 25 July 2016

Tanpa Rasa I

Saat menatap mata jauh lebih indah dari mengecap rasa
Maka rasa diantaranya seringkali hanya menjadi sastra
Dilupakan perlahan, menguap tak bersisa
Hendak dikumpulkan lagi pun sia-sia saja

Kita berdua memang mengerikan
Sama-sama memancing ikan
Ikan didapat lalu dibuang
Ah, keterlaluan benar memang !

Namun, aku malah makin yakin ingin menatap matamu
Menatap lebih dalam, hingga rongga matamu terlihat
Lebih dalam lagi, hingga bola mata kita bersatu
Hanya menatap, tanpa rasa, apalagi isyarat

No comments:

Post a Comment