Ternyata, tercekat tali janji tak sesakit yang ku kira
Ku kira hatiku akan memar
Ku kira memoriku akan pudar
Syukurlah, sejauh ini tak ada yang sirna
Sirna ? Bukan sirna namanya, ini tumbuh
Waktu yang berlalu bersama
Tawa canda tak berirama
Tumbuh subur dalam hati yang berkecamuk
Semakin kacau, saat hati ini mendengar pengakuanmu
Kau, sosok kedua yang istimewa
Dan kau, yang dahulu pernah jatuh untukku
Sepertinya, tak mungkin membuatku kecewa
Gembira dan bahagia tak terkira
Bergejolak hebat dalam diriku
Aku terbuai akan cerita jatuhmu padaku
Namun tak ku hiraukan kata dahulu dalam cerita itu
Dahulu, kau pernah ada untukku
Dahulu, aku penguak rasa ingin tahumu
Namun sekarang,
Di pikiranmu ia telah bersarang
No comments:
Post a Comment